23/10/2023 Kunjungan Mawlana Sheikh Muhammad Adil qs ke Jakarta
Alhamdulillah kita bertemu lagi setelah hampir satu tahun. AlhamduliLlah Allah ﷻ telah menakdirkan kita untuk bertemu lagi. Kita datang ke sini demi Allah ﷻ, demi kecintaan kepada Allah ﷻ. Kalian bahagia, AlhamduliLlah, kami bahagia, Allah (swt) juga bahagia. Nabi sallallāhu 'alayhi wa-sallam bersabda bahwa meletakkan kebahagiaan di dalam kalbu seorang Mu'min adalah hal yang paling tinggi (amal) di Hadirat Ilahi Allah ﷻ
Alhamdulillah, MasyaAllah, Allah ﷻ memberikan kepada orang-orang Mukmin suatu hal yang istimewa, yaitu mereka mencintai orang-orang Mukmin lainnya. Di mana pun mereka berada, mereka ingin menolong mereka, mendapatkan ilmu dari mereka atau bersama mereka. Untuk itu, Allah ﷻ menjaga mereka dari Fitnah, dari Fitan. Karena ada banyak Fitnah di dunia Islam, tetapi AlhamduliLlah setiap kali kita datang ke sini, saya mendengar sesuatu, tetapi di lain waktu kita tidak pernah mendengar hal ini lagi. Karena dengan niat yang baik dan hati yang bersih, Allah (swt) akan menghilangkan Fitnah.
Ini adalah Ni'mah dari Allah ﷻ, sebuah nikmat dari Allah ﷻ. kepada orang-orang yang niatnya murni karena Allah ﷻ. Apa pun yang terjadi, Allah ﷻ melindunginya. Karena banyak hal. Sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hingga sekarang, di dunia Islam, banyak hal dan banyak fitnah yang datang, muncul. Dan Allah 'Azza wa Jalla, tentu saja, Dia ﷻ mengetahui Hikmah-Nya. Kita tidak tahu apa-apa tentang Hikmah-Nya. Tetapi segala sesuatu terjadi atas perintah Allah (swt) dan itu baik bagi orang yang beriman, bagi orang yang mu'min.
Untuk hal ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menerima untuk menulis firman dan Hadis beliau saat beliau shallallahu 'alaihi wa sallam masih di dunia. Nabi shallallahu 'alaihi wa-sallam mengatakan bahwa mereka hanya boleh menulis Al-Qur'an. Beliau ﷺ melarang para Sahabat untuk menulis Hadis. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, mereka mulai menulis Hadits. Tetapi tentu saja, orang-orang Munafiq (munafik) dan Kafir ini membuat Hadis yang berbeda dan mengatakan bahwa Hadis tersebut berasal dari Nabi shallAllahu 'alayhi wa-sallam.
Tetapi para Ulama memilih dan membuangnya. Untuk itu, setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa-sallam wafat, mereka segera mulai menulis Hadis dan mencari apa yang didengar oleh para Sahabat dari Nabi shallallahu 'alaihi wa-sallam. Dan banyak Hadis yang ditulis, lebih dari seratus ribu Hadis. Mereka mencarinya dan menyimpannya. Setelah mereka, tentu saja, para Ulama datang setelah para Sahabat, tabi'in dan tabi'ut-tabi'in. Mereka semua adalah orang-orang yang beriman, orang-orang yang murni, orang-orang yang dicintai oleh Allah ﷻ.
Sayyidina Ibnu Masud, Sayyidina Imam Malik (Anas bin Malik), Sayyidina Abu Hanifah, Sayyidina Imam Syafi'i. Mereka semua datang untuk menjaga Islam dalam sebuah buku karena mereka tahu bahwa buku ini akan melayani manusia selama lebih dari ribuan tahun. Karena untuk memastikannya, mereka melakukan Istikharah. Banyak di antara mereka yang mengatakan bahwa kami melihat Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam, dan bertanya kepada beliau ﷺ tentang Hadis, apakah Hadis itu benar atau tidak, dan setelah itu mereka menulis Hadis tersebut.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menubuatkan hal ini, "Sepeninggalku ﷺ, akan seperti ini." Karena beliau ﷺ mengatakan apa yang akan terjadi hingga Qiyamah. Beliau ﷺ bersabda, "Mereka akan berkata atas namaku ﷺ, ini berasal dari Nabi sallallāhu 'alayhi wa-sallam. Berhati-hatilah. Lihatlah apa yang kalian rasakan, kalian akan tahu apakah itu dari Nabi ﷺ atau dari orang-orang ini." Untuk hal ini, kalian harus berhati-hati. Sebagian besar dari mereka adalah Awliyau'Llah yang sebenarnya.
Para imam mazhab, para imam aqidah, mereka semua mempunyai hubungan yang nyata dengan Nabi salla Llāhu 'alayhi wa-sallam untuk menjadi Hidayah bagi umat (bangsa) hingga qiyamah. Imam Syafi'i radhiyallahu 'anhu dilahirkan sebagaimana yang kalian ketahui di Gaza, semoga Allah membuat mereka selamat, insyaAllah. Beliau tinggal bersama ibunya. Beliau belajar MasyaAllah dengan sangat giat. Pada usia tujuh tahun, beliau telah menjadi Hafiz Al-Qur'an. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pergi ke Isra', beliau ﷺ berhenti ketika sampai di Madinah dan melakukan salat dua rakaat.
Kemudian di Baitul Maqdis dan di banyak tempat lainnya. Salah satunya di Gaza, beliau ﷺ melakukan salat 2 rakaat. Setelah itu, beliau ﷺ pergi ke Quds dan dari sana ke Mi'raj. Orang-orang ini memiliki karunia khusus untuk menjadi Imam. Jutaan dan milyaran orang mengikuti Imam Syafi'i dari zamannya hingga sekarang. Jadi, mereka mempunyai sesuatu yang istimewa. Setelah tujuh tahun, ketika ia mulai membaca, ia pergi ke padang pasir untuk membaca dan berbicara bahasa Arab, bahasa Arab yang sangat murni. Beliau tinggal di sana selama dua tahun. Beliau belajar dengan sangat baik tentang bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah bahasa yang paling besar (luas) dalam kosakata dan segalanya. Bahasa ini adalah bahasa yang sangat penting dan diberkati. Beliau belajar banyak hal dari mereka. Penting bagi orang-orang untuk mempelajari segala sesuatu, sebanyak yang mereka bisa. Dan ia memiliki kemampuan dan kesempatan untuk bersama mereka untuk mengetahui tentang cerita-cerita lama, hal-hal lama, kebiasaan lama. Setelah itu, ia kembali. Dan setelah itu, mereka pergi ke Baghdad. Untuk itu, beliau juga merupakan murid yang brilian bagi para Ulama.
Beliau hafal kitab Muwatta', sebuah kitab fiqih yang ditulis oleh Imam Malik. Dalam waktu tujuh hari, beliau hafal kitab tersebut. Ini terjadi pada masa Khalifah Hārūn ar-Rasyīd. Saat itu ada Kaisar Bizantium yang tidak memerangi umat Islam. Mereka biasa memberikan jizyah/pajak setiap tahun. Untuk non-Muslim, ketika mereka ingin berperang, mereka menawarkan mereka bahkan untuk menjadi kesepakatan untuk membayar pajak setiap tahun kepada umat Islam dan tidak apa-apa bagi mereka. Tidak ada perang di antara mereka (dan membayar pajak), atau akan ada perang, atau menerima Islam; tiga syarat Non-Muslim yang tinggal di negara Muslim membayar ini. Dan ketika mereka membayarnya, mereka memiliki lebih banyak hak daripada Muslim. Segala sesuatu yang mereka miliki harus dilindungi, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya. Mereka dapat melakukan ibadah sesuka mereka. Untuk hal ini, beberapa orang yang memiliki niat buruk mengatakan, "Lihatlah, orang Muslim menginginkan uang." Tetapi apa yang sebenarnya terjadi, di negara-negara non-Muslim mereka mengambil lebih dari separuh gaji sebagai pajak. Tetapi pada masa [pemerintahan] Islam, mereka mengambil sedikit sekali untuk dilindungi.
Jadi untuk hal ini, Kaisar Bizantium ini. Tentu saja banyak orang yang tidak tahu tentang sejarah, banyak orang yang tidak tahu apa itu Bizantium dan apa itu, saya pikir itu salah. Kaisar ini berkata, "Saya akan mengirimkan kepada kalian para cendekiawan dari para biarawan Kristen dan lainnya, dan mereka akan berdebat dengan para ulama kalian. Jika kami menang, kami
tidak akan memberikan pajak ini untuk kalian lagi. Jika kalian menang, kami akan terus membayarnya." Dia mengirim 400 orang dari para biarawan, cendekiawan dan filsuf. Ia mengirim 400 orang seperti sebuah pasukan.
Mereka mengira bahwa mereka akan menyelesaikan Aqidah (akidah) kepada kaum Muslimin dan mereka akan menang. Khalifah dan para Ulama datang ke sungai yang bernama Dijlah (Tigris). Di Baghdad ada sebuah sungai bernama Dijlah. Mereka semua pergi ke sana dan Khalifah meminta kepada Imam Syafi'i, "Pergilah." Imam Syafi'i memiliki Sajjadah (karpet) yang ia letakkan di pundaknya. Beliau meletakkan sajadah ini di atas air dan berjalan di atas sungai. Beliau berkata, "Siapa pun yang ingin berbicara, datanglah. Kita berbicara di sini." Ketika orang-orang melihat hal ini, mereka semua menjadi Muslim.
Para imam ini, mereka semua terhubung dan jalan mereka adalah jalan Nabi sallallahu 'alayhi wa-sallam, jalan yang kuat, hingga Qiyamah. Semuanya dengan hikmah Allah ﷻ dijaga oleh Ahlu s-Sunnah wal Jama'ah dan empat mazhab. Tentu saja ada banyak Madzhab. Tetapi ketika tidak ada pengikut yang tersisa, dengan hikmah Allah ﷻ, Dia ﷻ hanya mempertahankan empat mazhab untuk mengikuti salah satu dari mereka yang sesuai dengan tempat manusia, atau sifat manusia, atau kebiasaan manusia. Yang mana saja yang mereka sukai, mereka dapat mengikuti salah satu dari keempat mazhab ini.
Seperti yang telah kami katakan, mereka tidak hanya mempunyai Syari'ah. Syari'ah dan tarekat adalah sama. Mereka mempunyai tarekat dan Syari'ah. Setan ingin memisahkannya, agar lebih mudah baginya untuk menghancurkannya. Jika seorang prajurit mempunyai dua senjata, apakah itu lebih baik? Atau dengan satu senjata itu lebih baik? Ini adalah senjata kita, ini adalah senjata Iman kita. Untuk melindungi diri kita dari setan, kita memerlukan senjata ini sebanyak yang kita bisa. Jadi ketika kita meninggalkannya, kita menjadi lebih lemah.
Siapapun yang mengatakan bahwa ini bukan dari Islam, jangan dengarkan mereka. Ini berasal dari jantung Islam. Dari para Sahabat hingga sekarang, semua ini bersama-sama. Mereka semua penuh dengan cinta kepada Nabi (s) sallallahu 'alayhi wa-sallam.
Kecintaan kepada Nabi shallallahu 'alayhi wa-sallam adalah inti dari tarekat. Siapa yang dapat mengatakan bahwa para Sahabat keluar dari jalan Nabi shallAllahu 'alayhi wa-sallam? Tariqul Mustaqim, Jalan yang Lurus. Tarekat, Jalan, semuanya berarti kita berada di jalan yang sama, Tarekat yang sama, Istiqamah yang sama, memegang jalan Nabi shallAllahu 'alayhi wa sallam. Semoga Allah ﷻ menjaga kita tetap berada di jalan ini untuk menjadi Hidayah bagi lebih banyak orang, insyaAllah.
Wa min Allah at-Tawfiq. Al-Fatihah.
Mawlana Sheikh Muhammad Adil Ar Rabbani qs
Comments
Post a Comment