Dua Jenis Penyesalan (11.11.2023)
Dua Jenis Penyesalan (11.11.2023)
Allah 'Azza wa Jalla mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di luar kehendak Allah ﷻ. Ketika manusia menerima hal ini, mereka akan merasa damai. Ketika mereka tidak menerima hal ini, mereka selalu berada dalam kesedihan dan kekhawatiran, "Seandainya saja kami melakukan ini dan itu." Barangsiapa yang mengikuti kehendak Allah 'Azza wa-Jalla, maka ia akan damai. Dan kekuatan Iman diperlukan untuk itu. Semakin kuat Iman seseorang, semakin mereka menerima apa yang terjadi di dunia ini. Tidak peduli apakah mereka melakukannya atau tidak, apa pun yang Allah (swt) katakan akan terjadi. Tidak ada hal lain yang terjadi.
Ketika seseorang menyesal melakukan sesuatu, ada dua jenis penyesalan. Ada penyesalan karena tidak dapat melakukan sesuatu untuk keuntungan duniawi mereka. Penyesalan itu adalah penyesalan yang sia-sia, karena seperti yang telah kami katakan, apa pun yang Allah (swt) katakan akan terjadi. Tidak peduli seberapa besar keinginan Anda untuk melakukan ini dan itu, itu sudah berlalu. Tidak ada yang bisa Anda lakukan. Tetapi jenis penyesalan yang kedua adalah menyesali kesalahan dan dosa. Jika kalian meminta ampunan kepada Allah ﷻ untuk itu, itulah penyesalan yang bermanfaat. Allah ﷻ akan mengampuni. Pintu terbuka bagi mereka yang datang dengan penyesalan. Tetapi jika mereka bersikeras untuk melakukan hal yang sama, maka mereka akan tahu sendiri.
Allah ﷻ telah memberikan akal dan pemahaman kepada manusia. Dia ﷻ telah menunjukkan jalannya. Semua Nabi sejak Adam 'alayhi s-salam telah menunjukkan jalan yang benar. Namun manusia berpaling kepada jalan lain menurut pikiran mereka sendiri. Dan kemudian sebagian dari mereka menyesal seperti yang kami katakan. Tapi sebagian dari mereka tidak. Mereka yang menyesal dan bertobatlah yang menang. Penyesalan karena mencari keridhaan Allah ﷻ adalah baik. Tetapi mereka yang merasa menyesal mengatakan, "Aku ingin melakukan ini tetapi aku tidak bisa. Saya ingin mengambil ini tetapi saya tidak bisa", itu sama sekali tidak berguna.
Semoga Allah (swt) menunjukkan jalan yang benar dan memberi petunjuk kepada manusia. Kita hidup di masa yang aneh. Orang-orang merasa menyesal dengan hal-hal yang buruk. Mereka menyesal karena tidak melakukan hal-hal yang tercela dan berkata, "Aku bisa melakukan banyak hal. Saya bisa melakukan ini dan itu". Banyak orang yang merasa menyesal akan hal itu. Dan sangat sedikit orang yang menyesali hal-hal yang baik. Kita berharap semoga Allah ﷻ memberikan akal dan pemahaman. Semoga Allah ﷻ memberikan hidayah kepada manusia, insyaAllah. Wa min Allah at-Tawfiq. Al-Fatihah.
Mawlana Syekh Muhammad Adil ar-Rabbani qs
Comments
Post a Comment