Hajjah Amina Adil

 *Hajjah Amina Adil ق*

 

Ibu kami, Hajjah Amina Adil ق, lahir pada tahun 1930 di Kazan, Rusia. Beliau adalah salah satu dari empat anak dari keluarga Tatar yang memiliki garis keturunan sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Saat itu merupakan masa-masa yang sulit karena Rezim Komunis dan orang-orang Yahudi, Kristen, dan Muslim mengalami penganiayaan yang parah, sering ditempatkan di kamp konsentrasi atau dibunuh.


Pada tahun 1944, orang tuanya memutuskan untuk pergi mencari tempat yang aman dengan tujuan Suriah, sehingga pada tengah malam dengan membawa sedikit harta benda, mereka melarikan diri dengan berjalan kaki.


Keimanan yang kuat dari kedua orangtuanya kepada Allah ﷻ serta keberanian mereka membantu mereka mencapai Turki, meskipun perjalanan panjang dan berbahaya yang harus mereka lalui.


Setelah 12 tahun di Turki, ayahnya mendapatkan sebuah penglihatan di mana ia diperintahkan untuk pergi ke Damaskus dan menetap di sana, yang merupakan niat awalnya ketika meninggalkan Rusia.


Di Damaskus, mereka menetap di Jabal Qasiyun dan setelah bertahun-tahun berkelana, mereka menemukan kehidupan yang mereka cari.

 

Di Damaskus inilah mereka bertemu dengan Guru Naqsybandi pada saat itu, GrandShaykh Abdullah Daghestani ق. Sejak saat itu, Syekh akan mengawasi dan mengurus pendidikan dan perkembangan spiritualnya.


Di bawah bimbingan Grandsyekh Abdullah Daghestani, ia mempelajari Tassawuf, tetapi juga mempelajari aspek-aspek lain dari pengetahuan suci dari para Syekh di Damaskus.


Salah satu gurunya yang lain adalah Syekh Salih al-Farfour ق yang di bawah bimbingannya ia belajar fiqih. Baik Grand Syaikh Abdullah Daghetani ق dan Syaikh Salih al-Farfour ق beserta guru-gurunya yang lain mengakui kecerdasan dan ketajamannya serta kemampuannya dalam menyerap dan memahami masalah-masalah yang rumit dalam kerangka Hukum Islam.


Ketika Hajjah Amina Adil mencapai usia dua puluh tiga tahun, Grandsyekh Abdullah Daghestani ق menikahkannya dengan murid dan penerusnya, Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani ق.


Karena Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani ق sering dikirim dalam perjalanan untuk menyebarkan jalan oleh GrandSyekh Abdullah Daghestani ق, itu berarti Hajjah Amina Adil ditinggalkan sendirian untuk merawat dan membesarkan anak-anak.


Perjuangannya di tahun-tahun awal bersama dengan kesabaran dan keikhlasannya membuat beliau sangat siap untuk hal ini dan seiring berjalannya waktu, beliau semakin mendukung suaminya dalam perannya sebagai Mursyid dari Rantai Emas Naqsyabandi.


Hajjah Amina Adil ق menikah dengan Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani ق selama lebih dari lima puluh tahun. Selama itu mereka dikaruniai empat orang anak dan lebih dari lima belas cucu.

Ia juga menemani suaminya dalam perjalanannya keliling dunia untuk menyebarkan tarekat.

Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji sebanyak tiga kali.

Mereka akhirnya menetap di Lefke, Siprus di mana mereka akan menerima jutaan pengunjung ke rumah mereka yang sederhana.

 

Beliau menjalani kehidupan dalam pelayanan kepada Allah ﷻ dan melayani suaminya dan tarekat hingga hari-hari terakhirnya.

Beliau mengabdikan dirinya untuk melayani dan menyediakan makanan bagi para tamu yang datang dan memikul tanggung jawab yang besar untuk itu.

Namun, beliau selalu terlihat dengan senyum di wajahnya dan memperlakukan semua tamu dan pengunjung dengan keramahannya yang luar biasa.


Sebagai seorang ahli Syariah, pembicara utama di banyak acara di seluruh dunia saat bepergian bersama suaminya, seorang penulis terkenal dan penasihat spiritual, beliau memainkan peran penting dalam membantu orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ajaran Islam yang sebenarnya.


Beliau juga sangat berpengaruh dalam membantu wanita memahami dan menerapkan hak-hak yang mereka miliki dalam Hukum Islam. 


Beliau memiliki kecintaan yang kuat terhadap Allah ﷻ dan Islam sejak usia dini dan beliau terus terang dalam memperjuangkan keadilan. Beliau membantu dan menyelesaikan masalah banyak orang yang datang mengunjungi Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani ق.

 

Semua pengunjung yang berhubungan dengan beliau mengembangkan rasa cinta yang besar kepadanya.Beliau merawat mereka dengan cara yang sama seperti merawat anak-anak dan cucu-cucunya sendiri.


Hajjah Amina Adil ق akan merasa senang ketika melihat orang-orang bahagia dan sedih ketika melihat orang-orang yang mengalami kesulitan dan masalah.


Beliau bersabar dengan orang-orang tanpa memandang perilaku mereka dan sepanjang hidupnya menunjukkan kesabaran, ketulusan, dan ketergantungan yang besar kepada Allah ﷻ.

 

Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani ق menyatakan bahwa di antara para Awliya ada empat puluh orang yang berasal dari Arba'in. Tujuh dari empat puluh orang tersebut adalah wanita dan Hajjah Amina Adil ق adalah salah satunya.  

 

Ibu kita, Hajjah Amina Adil ق, meninggalkan dunia ini pada tanggal 16 November 2004, tanggal 3 Syawal, setelah beliau melihat mimpi di mana Nabi saw datang untuknya.

Beliau dikebumikan di Lefke, Siprus.

 

Semoga Allah ﷻ menyucikan rahasianya dan menganugerahkan kepada kita kecintaan para Awliya-Nya.

 

*AL FATIHA *

Comments