Jalan Harus Terus Berlanjut (12.11.2023)

 Jalan Harus Terus Berlanjut (12.11.2023)

Bismi Llāhi r-Raḥmāni r-Raḥīm:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

(Al-Qur'an, 29:57). 'Kullu Nafsin Dhā'iqatu Al-Mawti ۖ Thumma 'Ilaynā Turja`ūn', 'Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman bahwa kematian pasti akan datang kepada setiap orang. Tidak ada seorang pun yang tidak akan mati. Namun, kematian itu haruslah kematian yang baik sehingga orang mempunyai akhir yang baik. Inilah yang penting.


Demikian juga dengan jalan kita, tarekat kita yang telah sampai hingga sekarang sejak Nabi Suci kita ﷺ. Insyaa'Allah kita juga akan sampai kepada Mahdi 'alayhi s-salam. Setiap jalan akan terus berlanjut. Tetapi seperti yang telah kami katakan, setiap orang pasti akan mati. Ketika seseorang meninggal, orang lain akan menggantikannya. Dan jalan terus berlanjut, bertasbihlah kepada Allah ﷻ. Inilah yang penting. Adalah penting bahwa jalan kita terus berlanjut. Mengapa kita mengatakan hal ini? Semoga Allah ﷻ merahmatinya, Wakeel (perwakilan) kita di Singapura telah meninggal dunia. Ia adalah orang yang sangat baik. Beliau sakit ketika kami berada di sana. Tetapi itu adalah kehendak Allah ﷻ. Kami telah mengatakan kepadanya untuk menjaga dirinya sendiri dan pergi ke dokter. Tetapi kematiannya telah tiba, dan ia bertahan untuk sementara waktu. Beliau berada di rumah sakit selama 15-20 hari dan meninggal tadi malam. Dia melakukan pelayanan yang baik. Ketika ia berada di jalan kebenaran, orang-orang menyerangnya. Tetapi beliau membela kami dan tetap melanjutkan perjalanannya, sambil bertasbih kepada Allah ﷻ. Sementara yang lain berkata, "Tidak, itu kamu, itu aku", beliau tetap melanjutkan perjalanannya. Syukur kepada Allah ﷻ, perjalanannya terus berlanjut.


Tahun lalu setelah kami pergi ke sana, Dergah itu disewa dan pemiliknya menginginkannya kembali. Tapi Alhamdulillah, tempat lain ditemukan di tempat yang sama dan ukuran yang sama. Beliau menertibkannya. Saudara-saudaranya membantunya. Dia meninggalkan tempat yang indah dan akan terus berlanjut dengan cara yang sama, insyaAllah. Yang penting adalah bahwa orang-orang melakukan sesuatu yang baik dan pelayanan mereka terus berlanjut. Itu adalah kesuksesan dan rahmat dari Allah ﷻ, dan itu baik untuk orang-orang.


Beliau melakukan hal seperti itu sehingga beliau biasa membayarnya sendiri, tetapi sejak tahun lalu saudara-saudara telah mengumpulkannya. Mereka membuat Dergah untuk diri mereka sendiri dan menggunakannya sebagai sedekah juga. Ada orang-orang baik di sana. Mereka melakukan hal yang sama. Pahala dari perbuatan baiknya akan ditulis di dalam kitabnya. Semoga Allah (swt) memperbanyak orang-orang seperti itu. Semoga maqamnya menjadi tinggi. Jadi, sebanyak ini adalah masa hidupnya. Beliau pasti dicintai oleh Mawlana Syekh Nazim. Mereka pasti telah bertemu kembali. Beliau menyambutnya. Para Mashayikh menyambut mereka ketika ada yang datang. Orang-orang Akhirat melihat dan berkata, "Siapa yang datang hari ini?" Mereka mengucapkan selamat datang dan menerima mereka. Cinta mereka berlanjut di sana, insyaAllah. Semoga Allah ﷻ memberikan rahmat kepada kita semua. Wa min Allah at-Tawfiq. Al-Fatihah.

.

Mawlana Syekh Muhammad Adil ar-Rabbani qs

.

Comments